- Bank Sampah Abhipraya turut mengembangkan pengelolaan limbah
- Minyak jelantah berpotensi menjadi bahan bakar penerbangan
Pengumpulan minyak goreng bekas di Cilacap, Jawa Tengah, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan . Dilansir dari Medcom, Bank Sampah Cahaya Asri mampu menghimpun 50–60 kilogram minyak jelantah setiap bulan untuk disalurkan melalui mitra pengumpul. Program yang mendapat pembinaan dari Pertamina Patra Niaga ini memungkinkan warga menukarkan minyak bekas dengan uang atau kebutuhan pangan, termasuk telur.
Minyak jelantah yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah kini memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan baku energi alternatif. Bank Sampah Cahaya Asri yang berada di Kelurahan Tegal Kamulyan, Cilacap, menjadi salah satu kelompok masyarakat yang menjalankan kegiatan tersebut. Pengumpulan minyak bekas dikembangkan sebagai upaya mengatasi persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi anggotanya.
Ketua Bank Sampah Cahaya Asri, Rumdani Prapti Sumiwi, menjelaskan bahwa pemahaman mengenai nilai jual minyak jelantah mendorong kelompoknya untuk meningkatkan kegiatan pengumpulan. Edukasi dari Pertamina Patra Niaga membantu masyarakat mengetahui bahwa limbah rumah tangga tersebut masih dapat dimanfaatkan.
NEA Singapura Minta Informasi dari 10 Perusahaan soal Kabut Asap
“Kami awalnya tidak mengetahui minyak jelantah bisa dimanfaatkan untuk apa. Setelah mendapat penjelasan dari Pertamina Patra Niaga bahwa minyak jelantah memiliki nilai jual, kami semakin semangat mengumpulkannya. Alhamdulillah, lingkungan menjadi lebih bersih, minyak jelantah tidak berserakan, ekonomi kelompok juga meningkat, dan jumlah nasabah kami semakin banyak,” ujar Rumdani.
Selain meningkatkan pendapatan kelompok, kegiatan ini melibatkan masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga. Sistem penukaran minyak jelantah dengan uang maupun bahan pangan menjadi salah satu cara untuk mendorong partisipasi warga secara berkelanjutan.
Bank Sampah Abhipraya turut mengembangkan pengelolaan limbah
Inisiatif serupa dijalankan Bank Sampah Abhipraya di Kelurahan Kutawaru, Cilacap. Kelompok ini telah melakukan pemilahan sampah sejak 2019 sebelum memperluas kegiatannya dengan mengumpulkan minyak jelantah melalui program pembinaan Pertamina Patra Niaga. Ketua Bank Sampah Abhipraya, Herry Yanto, menyampaikan bahwa perubahan pengelolaan minyak bekas memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh penghasilan dari bahan yang sebelumnya dibuang.
Bank Sampah Cilacap Jual Minyak Jelantah untuk Tambah Penghasilan
“Dulu minyak jelantah hanya dibuang tetapi sekarang masyarakat bisa mengumpulkannya dan mendapatkan penghasilan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga karena anggota kami telah mendapatkan edukasi, pembinaan, dan fasilitasi yang sangat membantu perkembangan bank sampah,” kata Herry. Pengalaman kedua kelompok tersebut menunjukkan bahwa kegiatan bank sampah tidak hanya berfokus pada pemilahan limbah. Pengumpulan minyak jelantah juga dapat menjadi kegiatan ekonomi berbasis masyarakat ketika didukung edukasi, pendampingan, dan jalur penyaluran yang memadai.
Minyak jelantah berpotensi menjadi bahan bakar penerbangan
Pemanfaatan minyak jelantah juga berkaitan dengan pengembangan energi yang lebih ramah lingkungan. Pertamina Patra Niaga mendorong pemanfaatan bahan tersebut sebagai salah satu bahan baku Bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF), yaitu bahan bakar penerbangan berkelanjutan.
Melalui skema pengumpulan dan penyaluran, minyak bekas dari rumah tangga dapat masuk ke rantai pemanfaatan yang lebih luas. Upaya ini menghubungkan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat dengan pengembangan bahan bakar untuk sektor penerbangan. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut ketika mengunjungi Kilang Cilacap milik Pertamina Patra Niaga pada Senin, 26 Oktober 2026.
Karhutla Awang Bangkal Timur Picu Krisis Air dan Kerugian Warga
Apresiasi itu disampaikan dalam konteks manfaat ekonomi pengelolaan limbah rumah tangga dan dukungannya terhadap inovasi energi. “Saya mengapresiasi peran ibu-ibu dan komunitas di Cilacap yang telah berkontribusi dalam pengelolaan minyak jelantah. Ini menunjukkan bahwa kegiatan sederhana yang dimulai dari rumah bisa terhubung dengan inovasi energi nasional dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya dikutip pada Selasa, 27 Oktober 2026.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan minyak jelantah bergantung pada keterlibatan masyarakat dan dukungan berbagai pihak. Pendampingan serta akses penyaluran hasil pengumpulan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut.
“Pengelolaan minyak jelantah membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, pendampingan yang berkelanjutan, serta terbukanya akses penyaluran hasil pengumpulan. Melalui kolaborasi tersebut, limbah rumah tangga dapat dikelola secara lebih bertanggung jawab dan memiliki nilai guna yang lebih besar,” ujar Kitty.