• Laba entitas asosiasi mendorong pertumbuhan keuntungan
  • Aset dan kas meningkat per September 2026

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mencatatkan peningkatan profitabilitas sepanjang Januari hingga September 2026, dengan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD25,09 juta. Berdasarkan laporan keuangan interim yang dipublikasikan pada Selasa (27/10/2026), pencapaian tersebut meningkat 113,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dilansir dari Suara. Perbaikan kinerja keuangan emiten pertambangan dan energi milik Hapsoro Sukmonohadi tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, penurunan beban pokok pendapatan, serta peningkatan bagian laba dari entitas asosiasi.

Selama sembilan bulan pertama 2026, RATU memperoleh pendapatan sebesar USD40,31 juta. Nilai ini tumbuh 7,16 persen secara tahunan dibandingkan dengan USD37,61 juta yang dibukukan pada periode Januari hingga September 2025.

Di sisi biaya, perseroan berhasil mengurangi beban pokok pendapatan sebesar 13,36 persen secara tahunan. Pengeluaran tersebut turun dari USD19,14 juta menjadi USD16,59 juta.

BCA Catat Laba Rp45,2 Triliun hingga September 2026

Perbedaan arah pertumbuhan pendapatan dan beban pokok memberikan kontribusi terhadap kenaikan laba bruto. RATU membukukan laba bruto sebesar USD23,72 juta, bertambah 28,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut turut memperkuat margin laba kotor perseroan. Rasio ini naik dari 49,11 persen menjadi 58,85 persen, sejalan dengan berkurangnya beban pokok pendapatan.

Laba entitas asosiasi mendorong pertumbuhan keuntungan

Selain perkembangan pendapatan dan efisiensi biaya, bagian laba dari entitas asosiasi menjadi salah satu komponen penting dalam kinerja keuangan RATU. Pos tersebut meningkat dari USD4,32 juta pada periode sebelumnya menjadi USD19,24 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Dari aktivitas operasional dan keuangan lainnya, perseroan mencatat beban umum dan administrasi sebesar USD2,99 juta. RATU juga memperoleh pendapatan keuangan USD804,34 ribu, sedangkan beban keuangan atau bunga mencapai USD4,95 juta.

Beban keuangan tersebut meningkat 350,95 persen secara tahunan. Meski demikian, kenaikan bagian laba entitas asosiasi dan perbaikan laba bruto turut menyertai peningkatan keuntungan perseroan selama periode pelaporan. Secara keseluruhan, laba sebelum pajak RATU mencapai USD41,73 juta, meningkat 103,34 persen dibandingkan USD20,52 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Lautan Luas Catat Pendapatan Rp8,2 Triliun hingga Kuartal III 2026

Setelah memperhitungkan beban pajak sebesar USD9,60 juta, laba periode berjalan tercatat USD32,12 juta. Jumlah tersebut meningkat 171,00 persen dari USD11,85 juta pada periode pembanding.

Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk kemudian mencapai USD25,09 juta, naik dari USD11,77 juta pada kuartal III-2025. Sejalan dengan peningkatan laba tersebut, laba per saham dasar atau EPS bertambah dari USD0,0043 menjadi USD0,0092.

Aset dan kas meningkat per September 2026

Perubahan kinerja RATU juga terlihat pada posisi neraca keuangan per 30 September 2026. Total aset perseroan mencapai USD237,38 juta, meningkat 212,26 persen dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yang sebesar USD76,02 juta. Kas dan setara kas turut mengalami pertumbuhan signifikan.

BCA Raih Laba Rp45,2 Triliun dan Kredit Tumbuh 12,6 Persen

Saldo pos tersebut naik 115,08 persen sejak akhir 2025, dari USD24,83 juta menjadi USD53,39 juta. Di sisi kewajiban, total liabilitas RATU tercatat sebesar USD155,79 juta. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi sebelumnya yang mencapai USD19,42 juta.

Sementara itu, total ekuitas perseroan meningkat 44,13 persen sejak akhir 2025. Ekuitas per 30 September 2026 tercatat USD81,58 juta, dibandingkan saldo USD56,60 juta pada 31 Desember 2025.